
RIM, si pembuat ponsel BlackBerry, menyatakan telah mencetak sales record tertinggi ponsel populer itu pada kuartal pertama tahun fiskal ini.
Perusahaan yang bermarkas di Waterloo, Ontario, ini, Jum`at (25/6) WIB, mengungkapkan telah mengapalkan 11,2 juta perangkat pada kuartal yang berakhir pada 29 Mei 2010, atau naik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang saat itu mencetak 10,5 juta unit.
RIM (Research In Motion, Kanada) membukukan laba bersih kuartalan sebesar 769 juta dolar, naik 19,5% dibandingkan dengan kuartal sama tahun lalu. Sementara pendapatan tumbuh 24% menjadi 4,24 milyar dolar AS.
Hasil ini di bawah prediksi pendapatan RIM, sedangkan saham perusahaan tersebut diperdagangan 4,61% lebih rendah dari nilai sebelumnya pada 55,88 dolar AS pada jam-jam pasca perdagangan elektronik.
Pembuat ponsel asal Kanada ini mengatakan akan menambahkan 4,9 juta pelanggan BlackBerry pada kuartal tersebut, kira-kira sebesar jumlah pada kuartal sebelumnya, untuk mencapai total 46 juta pelanggan. "Kami terus fokus pada pengembangan bisnis kami secara global," kata Co-CEO RIM Jim Balsillie.
"Kami percaya bahwa berbagai produk menarik BlackBerry terbaru yang diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan akan menciptakan peluang yang signifikan dalam mempercepat pertumbuhan RIM," tambah Balsillie.
Awal Juni 2010, Wall Street Journal melaporkan, RIM tengah mengembangkan ponsel pintar layar sentuh dengan keyboard slide-out dan komputer tablet untuk pelayanan pendukung layar lebar bagi BlackBerry.
Koran tersebut melaporkan, langkah tersebut dirancang untuk mencegah pasar BlackBerry diambil oleh iPhone dan iPad kreasi Apple serta perangkat-perangkat mobile yang menggunakan sistem operasi Android milik Google.
Ponsel pintar layar sentuh produk RIM, BlackBerry Storm, gagal menandingi popularitas iPhone yang versi terbarunya iPhone 4 diborong toko-toko di seluruh dunia.
CEO Google Eric Schmidt mengatakan, lebih dari 160 ribu perangkat bersistem operasi Android dijual ke seluruh dunia setiap hari.




